Selasa, 12 September 2017

4 FAKTOR PENDONGKRAK BENGKEL

Serial kewirausahaan :

" CARA MUDAH MEMBANGUN BENGKEL BAGI MEKANIK Edisi : 12 "

" 4 FAKTOR PENDONGKRAK BENGKEL "

Assalamualaikum...
Selamat malam sobat mekanik...
Semoga kabar sehat sekeluarga disitu...
Alhamdulillah...di malam yang syahdu ini, saya dapat menjumpai sahabat2ku yang hebat...
Sahabat-sahabat yang tak kenal lelah...
Tak kenal menyerah..selalu berusaha mencari jalan terbaik demi masa depan indah...!
Tanpa terasa serial kewirausahaan bengkel sederhana goresan saya telah sapi di angka 12 edisi...
Terimakasih banyak bagi sahabat2 dari Sabang sampai Merauke..yang telah menyempatkan membaca tulisan2 saya seputar pengembangan bengkel sederhana versi saya....
Juga banyak sekali testimoni dan masukan dari sahabat2..membuat saya terpacu untuk lebih giat lagi belajar.
Mohon maaf sekali bila banyak sekali konsultasi seputar pendirian / pengelolaan bengkel yang belum mendapat jawaban memuaskan...
Mari kita sama2 belajar bersama untuk.maju bersama...
Bila banyak sahabat bertanya dari mana saya memperoleh ide menulis hingga serial ini...
Semua adalah murni dari pengalaman saya dalam jatuh bangunny merintis usaha bengkel
MODENA..
Semoga walau sederhana sekali....karena keterbatasan kemampuan saya...tioisan2 ini sedikit membantu memberikan sebuah gambaran tentang membangun usaha bengkel skala rumahan....
Pada serial kali ini, saya akan menguraikan pertanyaan dari seorang sahabat jauh.
Pertanyaannya adalah :
" Faktor apa saja mas Khozin yang bisa menjadi pemicu tumbuhnya bengkel ?"
Diluar sana, tentu jauh lebih banyak sahabat2 yang lebih profesional dan maju serta jauh berpengalaman dari saya...
Namun, saya akan jawab dengan semampu saya secara sederhana metode yang saya lakukan dan terbukti ampuh mendongkrak tumbuh kembang MODENA.
Secara garis besar, faktor utama tahap awal adalah :
1. Location / lokasi bengkel /akses
2. Facility / kelengkapan alat bantu kerja
3. Man power / tenaga lerja
4. Services / Pelayanan
5. Administrasi / pembukuan

Yuuk...kita coba telaah satu persatu....

1.LOCATION / Lokasi bengkel /akses

Lokasi usaha, akan sangat menentukan laju percepatan sebuah bengkel. Dimana kemudahan akses ke lokasi mudah dijangkau.
Kriteria lokasi meliputi :
a. Mudah dijangkau dari jalan raya
b. Jalan masuk ke bengkel mudah.
c. Posisi parkir ergonomis,rapi, dan aman.

" Waduh mas Khozin, aku dapatnya lokasi disini, terus bagaimana ini..? Apa iya musti pindah lagi ?
Oo...tidak...! Selalu ada solusi kok, cukup dengan melakukan beberapa pembenahan agar lebih mudah dicari.
Walah....tambah kerjaan lagi dong...!
Lhah....memang gak ada yang bilang usaha itu mudah...
Usaha mau maju ya harus berani ber-KAIZEN alias Improvement continuously alias perbaikan berkesinambungan
Tidak semua dari kita saat mandiri mendapat lokasi yang sesuai kriteria
Semisal dipinggir jalan besar, dekat perempatan dan menjadi jalur utama ekonomi....!
Tapi agak jauh ke dalam dan tidak tampak dari luar, bagaimana ini....?
Tenang....stay cool.....
Jauh atau dekat dalam bisnis bengkel tidak masalah...
Hanya yang perlu dibenahi adalah, bagaimana agar akses menuju lokasi bengkel kita :

-a) Jalannya mudah...

Akses rute menuju ke bengkel tidak banyak terhalang oleh hal2 lain yang berpotensi membuat konsumen enggan datang...
Maka jauh2 hari sebelum kita memutuskan mendirikan bengkel, hindari membangun bengkel melewati jalan sempit, selain mengganggu kenyamanan lingkungan juga membuat konsumen enggan datang.
Bila sudah terlanjur, maka menuju langkah ke dua...

- b) Petunjuk bengkel nampak jelas

Ini salah satu hal yang kurang diperhatikan oleh banyak pemilik bengkel...
Banyak yang menjawab, bahwa bengkelnya sudah ramai jadi tak perlu petunjuk bengkel...
Karena menganggap konsumennya sudah hafal lokasi.
Itu hanya berlaku bagi konsumen dari sekitar lokasi bengkel....
Bagaimana untuk konsumen dari luar daerah yang kebetulan melintas dan mengalami trouble ?
Ingat.....kita hidup di zaman dimana tehnologi informasi telah menguasai semua lini kehidupan...
Pola konsumen juga berubah, berbeda dengan dulu orang rela menempuh jarak jauh demi memperbaiki arloji pada tukang yang tersohor walau lokasi jauh sekalipun....
Sekarang sudah berbeda, tinggal buka google MAP, maka akan segera bermunculan lokasi lokasi bengkel di area setempat pada smartphone mereka.
Ancamanya....
Bila mereka kesulitan mencari lokasi bengkel kita
Walau kita memilik berbagai kelebihan fasilitas dan servis.
Maka mereka cenderung akan berubah haluan....cari yang dekat asal bisa segera memperbaiki...walau mungkin bengkel tersebut kalah skill dengan anda...tapi memiliki akses lebih mudah! Nah...!
Tantangannya
Adalah kita harus membuat akses ke bengkel itu nyaman.
Buat petunjuk dengan jelas, papan nama bengkel dan arah menuju bengkel.
Sehingga bisa menjadi panduan bagi pelanggan maupun konsumen baru, akan mudah menemukan bengkel kita...!

C).Strateginya.....

Buat petunjuk arah dan papan nama yang berkarakter dan mudah diingatkan konsumen.
Minta bantuan desainer di percetakan untuk membuat papan nama yang kontras dan menarik agar mudah difahami/diingat oleh konsumen..!

C) Posisi parkir ergonomi...

Ini nampak sepele sekali..
Tapi sangat mempengaruhi psikologi konsumen....
Kemudahan konsumen masuk area bengkel akan membuat mereka nyaman.
Penataan mobil yang rapi dan teratur sangat menarik bagi konsumen sehingga akan terbersit persepsi positif terhadap bengkel kita.
Penataan mobil servis amburadul maka secara langsung akan berdampak pada kinerja usaha...
Hindarkan memarkir motor atau mobil atau meletakkan benda pada lokasi sekitar pintu masuk bengkel.
Kemampuan konsumen dalam mengemudi berbeda beda, bila belum mahir, mereka akan takut masuk bengkel saat akses ada motor melintang, atau ada mobil parkir dengan posisi tidak semestinya.
Apalagi lokasi bengkel sempit, harus pandai pandai menata.
Agar jalan masuk area parkir bengkel nampak luas dan aman.

2. Facility / kelengkapan alat bantu kerja.

Hal selanjutnya dalam mendongkrak kemajuan bengkel adalah kelengkapan alat bantu kerja.
Hampir semua mekanik yang mandiri, mengawali usaha dengan modal peralatan sederhana.
Seiring berjalannya waktu, konsumen bertambah, jenius perbaikan semakin kompleks.
Otomatis peralatan kerja yang dibutuhkan akan semakin banyak.
Salah satu cara memperbanyak peralatan kerja adalah dengan rajin menyisihkan sebagian hasil usaha kita.
Semakin lengkap peralatan, semakin cepat proses penanganan trouble.
Dan, menambah keyakinan pemilik mobil terhadap bengkel kita.
Salah satu cara mempercepat kemampuan melengkapi peralatan adalah, mengurangi pembelanjaan pada pos pos yang tidak penting.
Semisal mengurangi jadwal piknik mingguan.
Mengurangi kegemaran belanja belanja rumah tangga yang tidak penting...!
Namanya proses membangun usaha maka banyak.hal terkait keinginan yang perlu untuk ditunda dulu....
Tunggu sampai saat nanti usaha mulai mapan dengan target visi usaha yang jelas.

3. Men Power / karyawan berkualitas

Dulu saat mengawali mimpi...
Semua dilakukan sendiri, menerima tamu, menganalisa trouble, eksekusi, belanja, bersih bersih alat dan komponen mesin...
Waktu berlalu, konsumen semakin mengenal usaha kita.
Yang dulu dalam seminggu paling paling mobil masuk 2,3 atau 4 kini sehari bisa 2 atau 3 bahkan 4...
Lantas, cukupkah semua diurusi sendiri..?
" Iya mas...saya biasa sendiri, malah saya merasa nyaman, dan konsumen juga maunya gitu, semua dikerjakan saya agar puas..!"
Benarkah itu efektif...?
TIDAK....!
Bila MODENA saya perlakukan seperti itu, saya yakin, saya tidak bisa beli beberapa lahan untuk.investasi seperti sekarang.
Saya tidak bisa mengisi kebun warisan ortu dengan ribuan tanaman keras
Saya tidak bisa memikirkan pengembangan usaha selanjutnya
Saya tidak  bisa melakukan KAIZEN di bengkel,
Jangankan KAIZEN, mikir kerjaan saja sudah habis waktu.
Akhirnya, semua harus mengalah pada frasa
" Dua kepala lebih baik dari satu kepala !"
Bahwa keberadaan men power disisi kita sangat penting !
Bahkan, salah satu indikasi tumbuh berkembangnya usaha adalah selain bertambah fasilits, investasi, juga bertambahnya karyawan.
Karyawan yang bagaimana...?
Tentu karyawan yang berkualitas, integrity dan loyal..!
Insyaallah untuk bagian manajemen karyawan akan kita bahas lebih lanjut diwaktu mendatang.
Sambil menunggu masukan2 dari mentor2 FKMOI yang lebih kredibel lainnya.
Akan saya bagi bagaimana MODENA yang berawal hanya saya dibantu istri hingga sekarang telah dibantu oleh 4 mekanik, 3 helper dan 1 administrasi, dengan kinerja keuangan jauh lebih baik dibanding saat kerja berdua dengan istri, walaupun telah bekerja siang malam.
Bagaimana kiat kiat menghadapi keluar masuk karyawan dan pola pembinaan, baik melalui internal training, one point lesson, dan penanaman jiwa employer integrity .
Keberadaan karyawan akan sangat membantu laju perkembangan usaha.
Dimana kita mampu menjadi mentor dan model bagi mereka sehingga semua pekerjaan bisa kita handle lebih cepat, lebih banyak dan lebih menghasilkan.
Masih mau kerja sendiri...?
Ntar saat badan masuk angin atau flu berat...yakin masih bisa kerja optimal tanpa delegasi ...?

4. Services / Pelayanan

Berbagai metode pelayanan bisa kita dapat di berbagai buku dan seminar.
Semua panduan pelayanan ini adalah bermuara pada kepuasan pelanggan.
Mangga, disini saya tidak perlu menjabarkan lebih luas, karena saya yakin semua sahabat disini sangat paham soal pelayanan adalah bagian penting dari pengembangan usaha.
Yang penting hasil akhir dari proses pelayanan adalah, pekerjaan selesai dengan waktu singkat,.hasil baik harga juga baik dan konsumen keluar dari bengkel dengan muka berseri.

5. Administrasi / Pembukuan

Ini salah satu titik paling lemah dari sebuah bengkel umum.
Kesibukan melayani konsumen, melakukan proses pekerjaan, test drive, belanja dll, maka bagian pembukuan menjadi  amburadul bahkan tidak ada pencatatan sama sekali akibat berkurangnya waktu dan tenaga.
Alhasil....bengkel bisa berjalan baik, mobil banyak masuk, tapi kok hasil minim ya...? Hehehe
Pada awal-awal MODENA saya dirikan, juga mengalami hal yang sama.
Hanya saya beruntung dikaruniai istri seorang lulusan akutansi, sehingga saya sangat terbantu dalam hal pengelolaan keuangan
Saya belajar prioritas pengelolaan keuangan.
Lalu sedikit demi sedikit mulai nampak tertata.
Semua perlu proses memang rumit, tapi bukan berarti tidak bisa.
Kini setelah memakai program administrasi, saya jadi paham..
Apa itu cash flow, ekuitas, piutang dagang, kas lancar, kas tidak lancar, piutang dagang, death stok, neraca dll.
Dengan sistem program administrasi, seluruh aset lancar, aset tak lancar, inventaris..
Cadangan sparepart, oli, kekayaan bengkel, jasa bengke..
Semua laba rugi dalam satu tahun, satu bulan., dll semua bisa kita ketahui dengan mudah dari program itu.
Belum lagi database konsumen berikut servis record juga terdata dengan rinci.
Sehingga komplain apapun dari pelanggan bisa didata sariawan service record.
Dengan mengaplikasikan sistem administrasi
Kita dibuat mengerti sejauh mana  usaha ini berjalan, efektif atau tidak dari hasil pencapaian setiap bulan, juga kita bisa melakukan evaluasi kinerja usaha berdasarkan dari database kita.
Pelan, namun pasti pemakaian sistem administrasi ini tidak bisa lagi dihindari
Karena sebagus apapun ide ide kita dalam usaha, tanpa adanya dukungan data, sama dengan nonsens.
Kita tidak akan pernah bisa menghandel seluruh rincian aset usaha.
Bila mimpi kita besar, maka sejak usaha sudah mulai jalan, mulai lakukan penataan administrasi...agar seiring berkembangnya usaha..
Kita sudah siap lepas landas...!
Alhamdulillah....tak terasa sudah panjang sekali ...lain kali kita sambung lagi ya..
Masih banyak hal yang akan kita pelajari bersama...
Untuk sahabat yang tertinggal edisi 1 sd 11 silahkan main ke www.otocare.net asuhan counter FKMOI om Joko Endarwanto
Salam dan doa terindah dari MODENA..
Semoga kebahagiaan dan kebarokahan senantiasa terlimpah untuk sahabat mekanik Indonesia...!
Mohon maaf atas salah kata...dan mohon saran dan kritik demi kemajuan bersama !

-

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money