Jumat, 14 April 2017

CARA MUDAH MEMBANGUN BENGKEL BAGI MEKANIK EDISI 11 DELEGASI....APAAN SIIH...?

Edisi ke 11 :
"CARA MUDAH MEMBANGUN BENGKEL BAGI MEKANIK"
" DELEGASI....APAAN SIIH...?"
Pagi yang indah...
Suasana hati yang cerah...
Alhamdulillah..apa kabar sobat FKMOI..?
Semoga kabar sehat selalu sekeluarga kalian.
Senang sekali..bisa jumpa kembali di forum kita yang telah berjasa menyatukan ribuan sahabat mekanik dari Sabang sampai Merauke.
Alhamdulillah...tak terasa tulisan tentang kewirausahaan bengkel sudah sampai edisi ke 11.
Semakin kesini, semakin banyak kompleksitas dalam kita mengelola sebuah usaha bengkel.
Selain mendapatkan rizki, menjalankan bisnis bengkel sangat menyenangkan
Dimana kita bisa menemukan berbagai problematika seputar pengelolaan usaha bengkel.
Dari awal saya menulis serial ini, telah jelas maksudnya
Yaitu berbagi kepada sahabat yang sedang merintis usaha bengkel
Tentang bagaimana cara mengawali sebuah usaha perbengkelan
Dengan modal super minimalis, tapi menghendaki sebuah keinginan agar bengkel bisa hidup dan berkelanjutan serta berkembang.
Sudah banyak saya paparkan dari edisi 1 sd 10, ini pdi edisi ke 11 kita akan membahas bagaimana sebuah bengkel bisa tumbuh dan berkembang dengan memiliki banyak karyawan.
Semua tulisan saya berdasarkan dari pengalaman pribadi saya dalam mengembangkan MODENA serta hasil dari training manajerial ASTRA MANAGEMENT SYSTEM yang saya ikuti secara rutin dan berkelanjutan, juga masukan dari banyak sahabat sahabat hebatku disini.
Banyak pertanyaan masuk pada saya, tentang bagaimana memiliki bengkel yang tidak tertumpu hanya pada pemilik saja.
Pada suatu percakapan dengan seorang sahabat mekanik dia menyampaikan kepada saya :
1. "Mas Khozin, saya lebih suka kerja sendiri, nyaman, tidak ribet, hasil.kerja bisa saya pastikan kualitasnya, uang saya terima sendiri, tidak harus membayar karyawan, pokoknya efektif..!
2. " Mas Khozin, selama ini walau ada yang membantu di bengkel, kalau saya kebetulan tidak di bengkel, maka konsumen enggak mau datang, mereka hanya mau dilayani oleh saya, dan sayapun maunya seperti itu agar saya bisa memastikan hasil kerja bagus dan konsumen puas, kalau tidak ada saya sering kerjaan anak2 tidak beres !"
Well......
Sampai di sini saya salut atas komitmen mereka dalam melayani konsumen.
Targetnya pasti yaitu mengutamakan kepuasan pelanggan, salah satu dari mean deal sebuah jasa layanan.
Lantas dimana kekurangan dari pernyataan sahabat mekanik diatas.
Sesuai misi tulisan saya "MEMBANGUN BENGKEL" adalah seorang yang berangkat dari mekanik kemudian bermimpi membangun usaha bengkel yang bermodalkan minimalis namun ingin maju dan berkembang dengan tata kelola yang terstruktur dan konseptual, berdaya saing tinggi !
Maka....pernyataan sahabat mekanik diatas, adalah sebuah keadaan yang menghambat laju kembang usaha bengkel dan kontraproduktif dengan misi kita bersama.
Duuuh....tegang amat..!
Kopinya diminum dulu...rokoknya ? Hehehe...
Hemm..nikmat...!
Oke...Mari kita telaah bersama..!
Ilustrasinya :
BENGKEL SUPER MANDIRI
Ini adalah ilustrasi seorang pebengkel
Yang melakukan pekerjaan serba sendiri
Mulai dari
-menerima konsumen
-menganalisa trouble mobil
- mengeksekusi hasil analisa
- belanja part,
- mencuci mesin
-merakit dan menaikkan mesin
- test drive dan membuat nota
- bersih bersih alat kerja dilakukan sendiri.
Padahal usia bengkel sudah lebih dari 5 tahun.
Salahkah ? Oo..tidak..?
Kerja ....dikerjain sendiri...
Bengkel...juga bengkel sendiri ...
Semau mau gue dong mau kerja sendiri....reseh lu..!
Hehehe...sewot dah...!
So....akan menjadi salah ketika kita kembali kepada MISI awal dari tulisan ini.
" memiliki bengkel yang tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan dan berdaya saing !"
Sepintas, sepertinya bekerja sendiri efektif, baik tenaga, maupun hasil kerja dengan biaya operasional jauh lebih minim karena tidak menggaji karyawan.
Oke....deal...!
Masih ingat pemeo " dua kepala lebih baik dari satu kepala!"
Yess...!
Bekerja sendiri, sesungguhnya bukanlah menjadi efektif..seperti yang diperkirakan !
Mari kita hitung dan bandingkan..!
Seandainya kita memiliki satu karyawan saja.
Pagi hari
- ada yang membantu kita membuka pintu bengkel
- ada yang membantu membersihkan ruang dan alat kerja...
- kita masih sempat menghabiskan sarapan pagi yang indah dengan kekasih hati.
Sebelum jam kerja dimulai...!
Pada saat konsumen datang...
- kita melayani konsumen
- melakukan analisa trouble
- melakukan negosiasi biaya perbaikan sampai deal
Ini bisa memakan waktu minimal 10 menit atau lebih andai harus test drive analysis.
Selama waktu itu, seorang karyawan dengan senang hati
- menyiapkan tool box
- menyiapkan dongkrak
- menghidupkan kompresor
- memastikan ruang kerja bersih
Alhamdulillah..negosiasi anda deal perbaikan rem total, engine tune up, ganti oli komplit...
Mobil diletakkan pada service area.
Maka secara otomatis pembagian tugas terjadi....sistem up-down
Anda melakukan perbaikan bagian atas terkait tune up
Karyawan menghandel bagian rem 4 roda dan tap oli komplit dalam bimbingan dan pengawasan anda.
Eh.... setelah semua terbongkar...
Tepat sesuai estimasi yang disampaikan sebelumnya kepada customer
Ternyata harus ganti repair kit caliper, piston caliper, brake pad, spark plug, oil dan filter....
Waduuuh....kita belum punya stok nih..mesti belanja ke kota 10 km...bagaimana ini ?
Oke....bagi tugas....
Anda meluncur ke toko, karyawan handle pengerjaan berupa bersih2 brake part sistem, mulai brake drum, disc brake, kuras oil brake, cleaning throtle body dll..
Yang terlebih dulu anda pesankan apa apa saja yang perlulah dikerjakan serta untuk hati hati....
Disini keuntungan demi keuntungan dari efektifitas waktu dan tenaga sudah mulai terlihat.
Saat anda belanja, konsumen menunggu mobil sambil dengar musik/lihat tivi/baca koran/main gadged akan melihat, mobil anda tinggal belanja, namun proses pengerjaan tetap berjalan.
Hingga saat anda pulang dari belanja, brake sistem sudah bersih dan siap dirangkai, biar dilakukan karyawan dengan diawasi dan dipantau serta diberi arahan agar hasil bagus, sementara anda menyelesaikan tugas tune up.
Sistem rem selesai, karyawan isi oli transmisi dan oli gardan, ada mengganti filter oli dan menuangkan oli.
Mobil siap dihidupkan....jrenggg...tune up rampung..tinggal bleeding fluida brake system...
Anda mengontrol dari ruang kemudi..karena baju bersih...
Karyawan menggelosor dibawah membuka nepel caliper...
Pasang semua roda, ambil jack stand, tu4unkan mobil, kencangkan baut baut roda...test drive...
Kembali test drive, anda cek ulang secara visual..setelah semua OK, karyawan membersihkan sisa sisa kotoran pada pelek mobil dll...
Anda menulis nota...
Konsumen di beri pengarahan
Tentang hal2 yang perlu dilakukan pasca servis
Agar segera komplain bila mendapati ada hal2hal yang kurang beres dari hasil kerjaan
Dan pastikkan anda menggaransi penuh...
Karyawan lapor mobil sudah bersih..
Konsumen membayar, mobil diserahkan, ucapkan terimakasih,
Antar sampai pintu depan, karyawan membuka ruang untuk mobil konsumen masuk jalan raya...
Sementara anda menghitung uang masuk..sambil tersenyum dan berucap ... alhamdulillah..!
Silahkan anda hitung berapa efektifitas didapat diatas dengan kerja dua orang...!
Dealnya...?
Pekerjaan lebih cepat terselesaikan
Karyawan mendapat tambahan ilmu
Kerjaan lebih teliti dan bersih, hemat waktu dan tenag
Anda mendapat uang, konsumen senang...hati pun riang..!
Kopinya di lanjut.....srupuut...joss..!
BENGKEL OVER CONFIDENT
Pada bagian ini...
Adalah anda sebagai pemilik bengkel
Telah memiliki karyawan, namun belum bisa percaya
Atas kemampuan kerja mereka...
Taruhlah bengkel kita telah memiliki 2 orang karyawan.
Ketika kita sedang ada urusan diluar bengkel, karena terbiasa konsumen tergantung kepada kita, dan kita selama ini juga mensugesti konsumen untuk selalu bergantung hanya kepada kita.
Maka, selama kita tidak di bengkel, apa yang akan dilakukan dua karyawan kita di bengkel ?
Tentu kerugian besar akan menjadi milik kita.
Pertama, mereka datang ke bengkel tanpa melakukan apa apa !
Ke dua...kita tetap menggaji mereka...!
Kerugian berlipat...aktifitas servis nol...tapi mengeluarkan biaya operasional.
Pusyiiiing pala berbie..!
Bagaimana dong mas Khozin...?
Tenang...yuuk kita pelajari bersama.
Dalam pepatah kaisar Jepang"
" Karena satu paku tapal kuda hilang,
Maka, di perjalanan satu tapal kuda terlepas,
Karena satu tapal terlepas, maka pesan tak bisa tersampaikan
Karena pesan tak tersampaikan, maka pasukan kalah perang !"
Tapal kuda adalah mekanik...
Paku tapal adalah keahlian...
Pesan adalah amanah dari konsumen
Sedang perang adalah layanan
Lawan adalah konsumen...!
Aduuh..makin pusing aku mas Khozin...
Tenang....kopi mana kopi...srupuuttt...segerrr..!
Untuk memenangkan sebuah peperangan ( pelayanan servis handal )
Maka diperlukan sebuah kendaraan pembawa pesan strategi perang yang handal pula.
Maka...agar amanah servis dari konsumen selesai dengan kualitas baik dan tidak selalu tergantung pada kita
Maka, wajib bagi kita selaku pemilik bengkel mencetak generasi-generasi yang handal yang akan menjadi asisten kita baik saat kita ada atau tidak ada di bengkel.
Konsep ini dalam dunia perang(usaha) disebut :
"DELEGASI/UTUSAN/PERWAKILAN"
Dengan mendidik dan membekali karyawan tentang skill dan attitude...
Maka kita akan diringankan dalam mengelola usaha.
Langkah ini adalah awal dari sebuah mimpi memiliki sebuah bengkel dengan sistem AUTO PILOT...yang menjadi tujuan utama dari semua rangkaian tulisan ini.
Ah...nanti sudah kita didik mereka kabur mandiri mas Khozin...?
Lupakan pemikiran buruk seperti itu...!
MODENA dari waktu ke waktu sudah 4 karyawan mampu mandiri dan sukses...
Apakah anda lihat MODENA yang saya rintis 7 tahun lalu dengan modal awal 9 juta ini roboh setelah ditinggal mandiri oleh karyawan ?
You see self...MODENA tumbuh dan berkembang dengan sangat baik dengan jumlah karyawan terus bertambah...
Dan pertumbuhan konsumen yang sangat bagus.
Cukup modal positif thinking, optimis dan humble !
Terkait soal bertahan seusai ditinggal karyawan insyaallah akan kita bahas diwaktu mendatang dalam tema "spiritual company"
Ah...kopi sudah habis....matahari sudah meninggi...
Obrolan sudah sangat panjang...kita sudahi dulu...terimakasih atas support sahabat selama ini...
Semoga ALLOH melapangkan usaha kita...mohon maaf bila banyak salah kata...
Terimakasih banyak untuk founder FKMOI mas Joko Endarwanto
Wish you all the best...and see you next..!

written by : 

Khozin Natul Asror Sidiq 

pemilik bengkel one stop : MODENA YOGYAKARTA 
sekaligus admin dan pengasuh rubrik buletin FKMOI

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money