Senin, 16 Januari 2017

WISATA DAN DILEMA PENGUSAHA MUDA

Anjangsana perbengkelan :
" WISATA DAN DILEMA PENGUSAHA MUDA "
Sobat mekanik Indonesia ...
Semoga kabar sehat sekeluarga...
8 hari sudah kita menginjak di 2017....
Gaung euforia piknik masih terngiang....
Mayoritas media sosial berisi postingan seragam :
" Otewe piknik....!"
" Ini gue lagi piknik....!"
" Ah...kapan piknik kesini lagi....?"
" Loe piknik belom, gue udah loohh...?!"
" Seger...tiap minggu piknik...loe kemane...?!"
" Emang enak dirumah...Ayo buruan piknik...!?"
Demikian kira-kira celotehan mayoritas di medsos...
Tentu tak lupa sambil memamerkan senyum manis dalam berbagai pose di tempat wisata.
Sangat menyenangkan melihatnya.....!
" My Trip My Adventure...!"
Adalah sebuah kosa kata yang dalam beberapa tahun ini sangat ampuh menghipnotis manusia.
Dari kota sampai ke desa, dari anak anak sampai orang tua, pekerja, karyawan, pelajar, mahasiswa, pengajar, dokter...semua terkena demam " My Trip My Adventure " piknik !.
Dan....
Tak terkecuali, demam ini juga melanda para mekanik dan pengusaha muda bengkel !
Lantas apa korelasinya antara piknik dan bengkel ....?
O....buanyyaaakkk....!
Yuuk ...kita simak satu satu....biar ketemu indahnya...hehehe...!
Sukses.....adalah tujuan semua orang di dunia ini. Berbagai jalan profesi dilakukan manusia demi untuk meraih kesuksesan.
Dan saya memilih menjadi mekanik dan pengusaha ( kelas karbitan ) bengkel untuk sebuah impian menuju kesuksesan.
Dalam sebuah langkah usaha, agar senantiasa bisa maju dan berkembang, banyak sekali faktor yang mempengaruhi.
Selain beberapa faktor utama seperti tekad kuat, semangat juang tinggi, pantang menyerah, ulet, sabar, inovasi dan lain lain.
Ada satu faktor tak kalah penting yang mampu menjadi pembeda dalm maju mundurnya sebuah usaha....yaitu HEMAT..!
Tentu kita masih sangat ingat pepatah zaman sekolah dasar dahulu, HEMAT PANGKAL KAYA..!
Hemat, adalah sebuah hasil dari usaha kita melakukan efisiensi keuangan dalam bisnis.
Menekan bisys operasional perusahaan dan mengatur pengeluaran yang tidak benar-benar diperlukan!
Banyak sekali usaha yang diawali dengan modal besar lalu tumbang tanpa sisa hanya karena soal ketidakmampuan pemilik dalam berhemat.
Lantas.....apa hubungan PIKNIK dengan HEMAT mas Khozin ?
PIKNIK adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang ke tempat wisata untuk menyegarkan pikiran yang penat karena berbagai beban pekerjaan atau urusan usaha.
Dalam sebuah piknik tentu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Maka dalam sebuah usaha, piknik menjadi sebuah agenda yang diprioritaskan namun dengan perencanaan yang matang, sehingga piknik bisa menjadi sarana untuk refresh otak, melepaskan sejenak beban kerja.
Melupakan segala sejuk beluk usaha...dan fokus menikmati panorama wisata.
Sayangnya .....demam " My Trip My Adventure "
yang melanda kini, telah merubah persepsi seseorang bahwa piknik adalah manifestasi sebagai manusia "KEKINIAN DAN UPDATE !"
Menjadikan para pelakunya merasa ada yang kurang kalau belum piknik.
Lihat saja status di medsos,"
" Saatnya piknik....!"
" Piknik Yuuuuuuuuuk..!"
"Kayaknya perlu piknik nih..!"
"Aaaah....itu sih karena kurang piknik...!" dll...
Lantas...dimanakah salahnya mas dari keadaan tersebut...?
Oo....tidak ada salahnya dong....
Piknik....piknik mereka...pakai duit
..ya duit mereka...!"
Hanya saja.....dalam perspektif " RENCANA MENUJU SUKSES...!"
Ada deal-deal yang memang wajib ditaati oleh pelaku usaha..apalagi pelaku pemula!
Biar kit bisa memahami " bahaya " piknik bagi usaha kita...yuuk berhitung...!
Ilustrasi :
Suami istri dan dua anak.
Memakai motor mobil sendiri / rental.
Pakai mobil sendiri bensin Rp. 150 rb, tiket masuk minimal dua tempat wisata 4 orang X Rp 20 rb ( harga tiket ) X 2 ( lokasi wisata ) = Rp 160 rb
Dua anak naik arena permainan atau binatang ( gajah, onta, kuda ) 2 anak X R. 50 rb = Rp. 100 rb
Jajan berempat soto/bakso/ayam goreng, es teh, es jeruk dll 4 orang X Rp. 40 rb = Rp 160 rb
Parkir 4 kali berhenti Rp 5.000 X 4 = Rp 20.000,
Jajan anak selama perjalanan Rp 50.000
Oleh-oleh untuk ortu minimal Rp. 100 rb
Total semua adalah 150+160+100+160+20.000+50.000+100.000= Rp. 740.000,-
Dalam sebuah usaha, bila dalam setiap bulan melakukan piknik, belum lagi bagi yang kena trend demam wisata kuliner....
Maka akan sangat banyak biaya biaya yang keluar dari kantong kita.
Lha......terus kalau gak piknik bagaimana kita menikmati hidup...?
Masak harus menunggu mapan atau tua dulu baru piknik....?"
Weit.....jangan salah....!
Tidak ada seseorang melarang piknik....itu hak setiap orang...
Yang ingin saya sampaikan adalah perencanaan keuangan yang baik akan sangat menambah daya dobrak usaha. Terutama sektor penguatan modal.
Berapa banyak orang yang gemar piknik, menghamburkan uang seolah uang menjadi hal sepele namun kenyataan pondasi keuangan usaha mengenaskan...gali lobang tutup lobang.....!
Untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha saja kembang kempis...namun memaksakan piknik karena telah menjadi korban adagium "My Trip My Adventure "
Atau, demi untuk bisa selfie di tempat wisata dan posting di medsos.
Kecenderungan orang orang sekarang setiap ketemu hari libur maka sibuk sekali mempersiapkan liburan.
Andai saja kita bisa meredam nafsu piknik dan wisata kuliner maka banyak sekali keuntungan kita memperoleh dari penghematan itu untuk menambah penguatan modal usaha.
Ngomong aja luh...emang mas Khozin gak pernah piknik ...?
Eitt...jangan salah....saya justru paling hoby piknik..!
Lha...kok berani nulis beginian.....!
Lho....nulis kan gak mbayar...alias gratis...suka suka gue dong hehehe....!
Sobat mekanik se Indonesia.....
7 tahun lebih saya mandiri merintis MODENA....
Jatuh bangun usaha sudah saya lalui....
Kesulitan keuangan bukan hal baru...! Maka dengan itu....saya sangat berhati hati dalam soal piknik.
Kekasih dan buah hatiku telah aku seting..bahwa kita ( saya, istri dan anak ) memiliki impian untuk maju dan mapan dalam usahanya.
Maka....belajar dari berbagai kegagalan dalam soal keuangan....piknik saya lakukan hanya setahun dua kali.
Satu...piknik seminggu penuh yaitu saat idul fitri hehehe...jalan kaki disamping makan sepuasnya dan gratis hehehe
Dan satu kali bersama keluarga MODENA ( ini dengan catatan bila ada space dana hehehe)
Apa tidak jenuh.....?
Alhamdulillah....selama 4 tahun sejak skenario itu saya canangkan..semua berjalan dengan baik...anak istri bisa menerima dengan baik.
Bila kejenuhan melanda maka...SILATURAHMI ke rumah saudara saudaraku sambil menikmati pemandangan sepanjang jalan itu sudah menjadi obat piknik yang sangat mujarab...dan bermakna ganda, senang bertemu saudara plus dapat doa kebaikan dari mereka...dan keasyikan sepanjang jalan hehehe.
Apakah dengan itu penguatan modal berjalan mas...?
Saya tidak mau menjawab..datang saja ke bengkel insyaallah saya sediakan kopi, teh, susu...hahaha..ups...!
Quote :
Untuk sebuah usaha yang masih merintis dan belum.besar, maka pandai pandailah mengatur sistem keuangan.
Susun sebuah rencana pengembangan usaha berikut estimasi budged....
Dengan begitu kita mampu memperhitungkan rencana kebutuhan yang wajib diprioritaskan untuk pengembangan usaha dan penguatan modal.
Termasuk budged untuk pembelian alat bantu kerja bengkel yang tidak murah.
Perjuangan meraih sukses/maju bukan perkara mudah..banyak hal harus dikorbankan, sebab saat kita jatuh kita yang merasakan dan menanggungnya...bukan orang lain..!
Kelak....saat usaha telah mapan maka kapanpun dimanapun kita siap untuk piknik..!
Dan disini frasa HEMAT PANGKAL KAYA menjadi sangat berarti...meski bukan kaya minimal cukup memiliki pondasi keuangan yang sehat..!
Semoga coretan kecil ini bisa menggugah kembali kesadaran kita tentang rencana menuju kemapanan usaha..!
Mohon maaf bila tak berkenan.....tulisan ini untuk sobat sobat yang pingin mapan bukan.untuk yang sudah mapan..!
Duit...duit gue....
Nyari...yang nyari gue..
Kenapa situ yang reseh....piknik yuuk....ups!
Hehehe piss ...!
#lamunan_sebelum_bobok

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money