Senin, 18 Mei 2015

SENSOR OKSIGEN dan Kontrol EMISI (2)

SENSOR OKSIGEN dan Kontrol EMISI (2)
Oleh Junisra Syam - JPM Automotive Education Center
Kecepatan sensor oksigen yang bereaksi terhadap perubahan kandungan oksigen di knalpot sangat penting untuk mengontrol/menghitung volume penyemprotan bahan bakar yang akurat oleh ECU, karena pada mesin modern hari ini campuran udara-bensin (AFR) dapat berubah sangat cepat, membutuhkan respon yang sangat cepat pula dari sensor oksigen.
Apakah Oksigen Sensor Bisa dipakai Selamanya?
Seperti sensor yang lain, maka sensor ini juga dapat mengalami kerusakan karena termakan usia, terkontaminasi kerak karbon gas buang, debu, kerak kotoran minyak/oli yang menumpuk pada elemen sensor. bila ini terjadi akan mengurangi kemampuan sensor untuk merespon dengan cepat perubahan kandungan oksigen dalam gas buang yang sekaligus mempengaruhi perbandingan campuran udara bensin Sensor menjadi "lamban".bereaksi.
Kejadian ini mengakibatkan tegangan sinyal oksigen sensor mungkin tidak bisa meninggi seperti biasanya dan memberikan kesan bahwa campuran udara-bensin menjadi kurus dari pada yang seharusnya, lalu ECU akan berusaha menambah volume penyemprotan bensin, tentu saja meningkatkan konsumsi BBM. Bila terjadi hal sebaliknya tegangan sinyal oksigen sensor seolah tetap tinggi (tidak mau turun), maka ECU akan mengurangi volume penyemprotan bensin terus menerus, AFR menjadi kurus, mesin bisa panas-menggelitik, akibatnya kinerja mesin jadi menurun drastis.
Masalah ini biasanya tidak bisa dilihat seketika /kejadian tidak terlihat tegas dan berlangsung secara bertahap, namun seiring waktu, situasi akan bertambah buruk, akhirnya sensor harus diganti dengan yang baru agar kinerja mesin kembali seperti semula.
Kegagalan Kerja Oksigen Sensor.
Proses penuaan yang normal akan menyebabkan sensor oksigen gagal, namun sensor juga dapat rusak sebelum waktunya jika terkontaminasi oleh timbal dari bensin, fosfor, silicon/sealer gasket, kebocoran air pendingin yang mengandung aditif, atau disebabkan benturan atau pemasangan yang tidak menggunakan kunci yang cocok khusus sehingga menimbulkan kerusakan mekanis pada oksigen sensor.
Konsumsi oli berlebihan karena ring pinston atau sil katup yang bocor dll, kebocoran air pendingin, pemakaian cleaner/semprotan silikon atau sealer gasket pada mesin dapat merusak oksigen sensor, juga faktor lingkungan seperti korosi, kotoran bbm/terkontaminasi dll dapat juga menyebabkan sensor oksigen gagal melakukan fungsinya.
Bila sensor oksigen mati/tidak berfungsi maka ECU juga tidak bisa menghitung AFR yang ideal, ECU akan cenderung mengatur AFR menjadi kaya, serta beroperasi ”open loop”sehingga konsumsi BBM jauh lebih boros dan emisi mesin menjadi jelek.
Masalah lain berdampak pada katalitik konverter, jika AFR kaya menyebabkan katalitik akan menjadi lebih panas dari biasanya lalu meleleh/rusak atau tersumbat secara parsial, bila hal ini terjadi bisa menurunkan kinerja mesin secara drastis karena besarnya ”backpressure” dalam sistem pembuangan.
Apakah ANDA Tahu Kapan Saatnya Mengganti Sensor Oksigen?
Ada juga manajemen mesin dilengkapi dengan lampu peringatan khusus oksigen sensor (O2 Sensor warning light), tapi pada umumnya mobil yang beredar di Indonesia tidak memilikinya, lalu kerja oksigen sensor dimonitor oleh lampu kontrol manajemen mesin (MIL/Check Engine) bersama-sama dengan sensor yang lain.
Pada waktu terjadi kesalahan manajemen mesin, lampu check engine (MIL) akan menyala, namun diperlukan pengetahuan/pengalaman dan peralatan seperti voltmeter/osiloskop, scantool atau gas analyzer untuk memastikan kesalahan yang disebabkan oleh Oksigen Sensor.
Perkembangan perangkat kontrol emisi merupakan perubahan sikap yang mendunia, oleh karena itu perhatian pada oksigen sensor menjadi proritas utama besamaan dengan kinerja katalitik konverter adalah item pemeriksaan wajib dalam periodik servis kendaraan masa kini, karena hanya dengan mewajibkan uji emisi dalam setiap interval servis, teknisi dapat dengan cepat memprediksikan kinerja oksigen sensor dan katalitik konverter sebelum kondisinya menjadi lebih parah. (bersambung)

penulis : 



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money