Rabu, 13 Mei 2015

KEWIRAUSAHAAN CARA MUDAH MEMBANGUN BENGKEL BAGI MEKANIK Edisi ke 7

Serial KEWIRAUSAHAAN CARA MUDAH MEMBANGUN BENGKEL BAGI MEKANIK Edisi ke 7 :

"KIAT MENGHADAPI PASANG SURUT USAHA"

Assalamualaikum sobat FKMOI
Salam sejahtera ....semoga senantiasa dalam limpahan rahmat-NYA.
Alhamdulillah...bahagia sekali di pagi yang cerah ceria ini, saya dapat memenuhi janji saya melanjutkan serial KEWIRAUSAHAAN BENGKEL SEDERHANA yang insyaallah telah menginjak serial ke 7.
Bahagia sekali, mendapati banyaknya sahabat yang antusias terhadap konsep pengembangan bengkel skala sederhana ini, ini menunjukkan bahwa semangat kewirausahaan telah menyebar dan menjadi virus positif yang patut disebarkan.
Untuk serial kali ini, saya akan mengangkat tema yang sedang trend dalam postingan beberapa sahabat pengusaha bengkel.
Yaitu usaha bengkel yang sedang SEPI.
Dalam dunia usaha, apapun itu tak ada yang mengalami stagnasi/tetap, semua mengalami fluktuasi (pasang surut) keadaan.
Sekali waktu ramai sampai tidak bisa istirahat, sekali waktu biasa saja alias standart, dan sekali waktu sepi.
Dalam setiap kondisi, beragam sikap yang ditunjukkan oleh para pengusaha mulai dari yang mengeluh karena punya tanggungan ini itu, ada yang pasrah sambil menunggu, ada yang tetap semangat sambil berfikir positif bagaimana cara untuk mengisi waktu sepi agar menjadi produktif.
Nya, pada serial kali ini saya memilih untuk mengambil sikap terakhir saya sebut tadi.
SEPI, sangat tergantung pada kondisi perekonomian teritorial, misalkan daerah pertanian maka saat musim tanam tiba kebutuhan pokok pertanian meningkat, tentu saja para petani sedang giat2nya menanamkan modalnya untuk tanaman. Disaat itu jelas, pasar akan mengalami surut karena transaksi komoditas pertanian menurun, harga2 menjadi naik, kebutuhan meningkat, otomatis prioritas konsumen akan fokus pada pemenuhan stabilitas keluarga. Akhirnya, para pedagang, tengkulak dan bos2 pengepul hasil bumi yang selama ini jadi konsumen kita akan menahan perbaikan armadanya.
Namun, andai sepinya usaha itu karena ada kekeliruan kita dalam mengelola usaha, maka ini yang perlu pembenahan serius agar usaha tetap bisa memberikan income positif pada pelaku usaha.
Oke deh, apapun penyebabnya kita hanya butuh satu jalan keluar dari situasi ini.
Dalam pengamatan dan pengalaman saya selama 6 tahun merintis usaha, saya banyak sekali menelan buku2 pengembangan kewirausahaan, termasuk salah satunya adalah menghadapi situasi yang sering terjadi pada dunia usaha bengkel yaitu SEPI.
Mari kita coba beberapa konsep berikut ini yang terbukti selama ini ampuh untuk mengatasi situasi krisis di bengkel saya.
1. PUBLIKASI BERKESINAMBUNGAN (Continuesly Publication)
Adalah langkah pengenalan kembali usaha kita. Seringkali kita merasa sebal bila sedang menonton film kegemaran namun terpotong iklan yang bertubi-tubi, jengkelnya lagi iklan itu adalah produk2 yang jelas2 sudah beredar dan laku keras dimasyarakat, semisal pasta gigi, rokok, sabun mandi, alat elektronik dll.
Pernahkah kita terbetik sebuah pemahaman, mengapa produk2 sekaliber Pepsodent , Jarum Super, Rinso, Relaxa, Magnum, dan produk2 top lain tetap melakukan publikasi gencar lewat iklan.
Inilah yang saya sebut sebagai publikasi berkesinambungan. Kita sering mendengar pepatah "TAK KENAL MAKA TAK SAYANG". Ini bukan sekedar jargon belaka namun memang fakta, bahwa adanya kita mengenal produk2 itu tak lepas dari iklan yang ditayang baik di media elektronik, surat kabar maupun media luar ruang (spanduk2 dan baliho) secara terus menerus.
Konsep inilah yang coba saya terapkan dalam menyiasati kondisi bengkel bila sedang SEPI.
Usaha saya adalah usaha kecil dengan impian muluk semoga kelak bisa menjadi besar hehehe.
Untuk menyesuaikan kondisi, maka publikasi berkesinambungan cukup saya lakukan dengan cara :
1. MEMBUAT KARTU NAMA
Ini hanya perlu biaya minimal tapi hasil bisa maksimal. Buat desain yang menarik dan eye catcing. Bawa kemana saja kita pergi, mall, rumah makan, pameran dlsb. Lakukan tindakan sok akrab dengan beberapa calon konsumen, kuk.pendekatan yang santun, basa basi sesaat menanyakan beberapa hal, berikan senyuman tulis, tanyakan seputar kendaraan yang beliau miliki, kalau bilang hanya punya sepeda onthel langsung tinggal kabur aja tapi jangan sambil ngomel2 ya heheh (bercanda).
Bila beliau menyebut sebuah merk mobil tunggangannya, tingkatkan antusiasme anda...lalu tanyakan dimana belia biasa melakukan perawatan dan perbaikan, bila sudah akrab segera pamit pergi, dan moment ini yang kita tunggu,
" Oke pak trimakasih sekali atas waktunya, oh ya pak ini kartu nama saya, barangkali suatu saat bapak butuh pertolongan emergency pada mobil bapak, insyaallah kami siap membantu !"
"Lho...?Masnya bengkel mobil ya ?
"Iya pak, kapan2 silahkan mampir pak barangkali berkenan mencoba layanan bengkel kami!"
"Oke deh ... nanti kalau ada troble saya ke bengkel mas. Trimakasih ya.....Waah ini dekat dengan rumah saya..kok selama ini aku belum tahu ya?"
"He he iya pak...trimakasih banyak pak...kapan saja saya tunggu kehadiran ya..mangga pak!"
Nah lho...apa kubilang, terkadang pemilik mobil disektar kita tidak tahu kalau ada bengkel di dekat rumahnya, hanya karena kantor bapak itu arah selatan, bengkel kita sebelah utara.....percaya kan konsep pertama..ya jualah...deal pokoknya.
Satu poin penting adalah...bahwa usaha skala kecil seperti kita...kita harus berani multi fungsi, sebagai direktur, tukang sapu, mekanik, trouble analisis, solver, servise advisor sekaligus marketing!
Pengen maju tapi ogah pahitnya ? Mimpi kali ye hehehe
Tak kenal.....maka tak sayang!
2. MEMBUAT BROSUR
Ini langkah jitu kedua untuk mensiasati kondisi sedang SEPI. Foto aktifitas bengkel dari sudut yang menarik dan bersih, datangi advertising skala kaki lima, sampaikan maksud anda sambil menunjukan foto bengkel kita, mereka pasti sudah paham, lalu minta didesainkan dengan desain yang cerah dan menarik. Agar.lebih mudah mangga dilihat brosur saya silahkan dicontoh, lakukan sedikit perubahan sesuai selera.
Dengan.Konsep full color seperti itu di Jogja sekitar Rp. 1000/lembar.
Pesan lah sekitar 200 lembar, lalu datangi perumahan atau perkantoran seputar bengkel Anda, lalu minta izin untuk menempel brosur.
Saya punya langkah jitu, masuk area perkantoran temui satpamnya , selipkan uang 25 ribu atau 50 rb dan serahkan brosurnya, plus senyum bersahabat, kita tinggal duduk dipos satpam sambil pesbukan, maka brosur akan sukses nempel dikaca2 mobil parkir perkantoran itu dan akan aman sampai mobil berangkat pulang.
Lakukan hal yang sama di beberapa titik. Yakinlah benih baik yang kita tebar disertai doa indah pada-NYA akan menghasilkan input positif. Brosur indah...hasil wah hehehe.
3. FACE LIFTING AREA
Konsumen, tak akan pernah perduli apa kesulitan kita dalam mengelola bengkel. Yang mereka tahu mereka mendapatkan pelayanan maksimal, baik pada hasil kerja maupun pada proses pelayannya.
Hasil kerja oke itu jelas sudah menjadi prinsip dan motto kita, kalau tempat yang memadai sesuai keinginan konsumen itu yang memang berat untuk.memenuhinya. Tapi apa lantas kita menyerah? .Weeeh....itu bukan sifat mekanik dong...lantas..?
Disaat bengkel sedang SEPI, maka kita maksimalkan waktu untuk melakukan pembenahan2 area bengkel, bila.sudah memiliki karyawan, kerahkan untuk membantu, bukankah kerja atau tidak mereka juga tetap makan dan kita bayar ?
Bila saat bengkel sedang SEPI, saya selalu melakukan pembenahan mulai dari pembersihan alat2 kerja, menambal lantai yang rusak akibat dongkrak, membuat rak2 alat.
Walau sederhana, buat tempat duduk yang layak untuk tempat konsumen menunggu selam proses perbaikan mobilnya.
Hingga kini konsep itu saya pakai, maka seluruh penyusunan alat kerja, pembersihan lay out area, membuat rak2 oli, tak scanner, dekorasi ruang tunggu adalah murni hasil karyawan saat bengkel sedang SEPI.
Tak ada sesuatu yang gratis, begitu juga dengan material dan tukang....Bila semua pengembangan diserahkan pada tukang, maka konsep pengembangan usaha tidak berhasil.
Karena disini konsepnya adalah MEMBANGUN USAHA BENGKEL SKALA KECIL DAN DENGAN.MODAL KECIL
Maka segala hal yang berkaitan pengembangan fasilitas bengkel wajib kita berani menangani sendiri, ini berfungsi untuk mensiasati modal yang masih terbatas. Sehingga kita bisa berhemat uang tukang untuk alokasi yang lain. Maka sebagai lekuk yang niat mandiri harus dituntut untuk kreatif , inovatif dan visioner.
Beda cerita kalau usaha kita sudah mapan dengan modal sudah terkumpul maka kita bisa tinggal pesbukan sambil ngawasin karyawan dan biarkan tukang dan pemborong yang melakukan pembenahan area.
Langkah inilah yang saya sebut sebagai FACE LIFTING AREA alias memoles tampilan bengkel biar lebih menarik dan nyaman untuk konsumen.
4. COSTUMER CALLBACK
Bengkel lagi sepi, jangan manyun aja, sambil menunggu konsumen datang, buka phone box dan tulis pesan seperti berikut,:
" Assalamualaikum pak Budi (bukan Gunawan ya heheh)
Apa kabar? Semoga kabar sehat selalu sekeluarga Bapak. Lama tidak kelihatan pak, kapan mampir untuk cek mobilnya? Bila repot, seperti biasa Pak, kami siap jemput dan antar, selamat bekerja salam dan doa dari kami menyertai. Trimakasih ( Khozin N A Sidiq/MODENA)"
Mengapa sms tidak telpon ?
Sms bisa dibaca kapan saja, sementara telpon pada jam kerja..kita tidak tahu apakah mereka sedang dalm kondisi santai atau sibuk. Bila sedang sibuk maka awalnya maksud kita baik bisa berakibat penerimaan negatif akibat waktu kurang tepat.
Beberapa kali selalu saya terapkan sistem ini dan berhasil dengan baik...beberapa konsumen langsung merespon positif...bahkan ada yang sgt antusias karena kita hubungi akibat beliau kehilangan nomer kita sehingga tidak bisa menghubungi.
Bagaimana mas Khozin Natul Asror Sidiq andai gagal ?
STOP...! Dari awal saya menulis artikel ini sampai edisi 7 kali ini, saya sudah mengkharamkan kata "KALAU GAGAL"!
Darimana kita tahu kalau kita akan gagal?Coba dulu...Bila ternyata gagal lakukan lagi!
Bukankah selama ini kita sudah berkali2 bangkit dari kegagalan...jadi jangan pernah takut mencoba!
Berapa kali kita tune up gagal...lalu kita usahakan semaksimal mungkin dan finally sukses kan ?
Wadduuuuhhh.....tak terasa keasyikan menikmati teh wangi hidangan istri sampai lupa kalau sudah panjang banget ceritanya hehehe.
Oke...sampai disini dulu ulasan hari ini...semoga ALLOH senantiasa melapangkan rizqi dan kesehatan untuk kita semua. Tentu banyak salah kata dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan, mohon masukan dari rekan2 senior yang sudah jauh lebih dulu terjun di dunia pengembangan bengkel tentang konsep menghadapi situasi sepi.
Akhir kata, hidup adalah perjuangan, jatuh bangunnya usaha adalah dinamika, namun berani bangkit dan optimis untuk merubah keadaan menjadi lebih baik adalah langkah hebat.
Salam penuh cinta untuk perubahan yang lebih baik.
Mohon bimbingan juga dari senior AMBINDO bang Otosolusi Bms, kangAsep Mc Gyver om Sony ChonSony, Kang Otto , om Tato Sulistyotato ,Mas Poer , juga admin head FKMOI mas Joko Endarwanto
Tak lupa sahabat semua dimanapun kalian berada, nabati aku memiliki kalian !
Eric Desada , Wisnu PratondoAri Awan , M Arofiq , Dhenny Sitiae Dratmawant , M Yusuf Geovani , Ismoyo Zld , Yusni Mekanik , Andra RoziDoyok MasteBintang Utara , Azwardi KamalKurniadi KerenAsep Rusgandi , Tang KlipRaka TohirRickey Chang , Rhynaldi Irawan , Dewa MotorSiz MantoTanto TosengMuhammad Haris Prasetya, Max Nug, Diren Bengkel , Wira Apriansyah , Marjun Sang Pengembara ,Andi Susanto , Ilham Prayit , Pinuji BengkelM Wahidin , Pardison Son ,Utama Diesel , Rajasa Bengkel MobilMed Achmad , Sriyanto Ac , Krisna Hj , Herman Bone , Gionperkasa MotorYokky Triwidya dll di seluruh Indonesia.

original written by :
member and admin of fkmoi
owner bengkel ''MODENA'' YOGYAKARTA


Serial Kewirausahaan Bag. 4.""CARA MUDAH MEMBANGUN BENGKEL BAGI MEKANIK"Assalaamu'alaikumSalam sejahtera sahabat...

Posted by Forum komunikasi mekanik otomotif indonesia on 1 April 2015

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money