Rabu, 27 Mei 2015

INGIN MEMILIKI Scantool?.. BACALAH INI DENGAN TELITI (bagian 1)


INGIN MEMILIKI Scantool?.. BACALAH INI DENGAN TELITI (bagian 1)
Tahun 1996 EPA (Environmental Protection Agency) menyarankan agar interface ECU mesin mobil yang dijual di USA (lalu diikuti produsen negara lain) memenuhi standar umum, dan belakangan standard itu dikenal dengan OBD2 (On-Board Diagnostics-versi 2).
Perlu diketahui bahwa ECU berfungsi untuk memonitor kerja sensor dan perangkat lainnya, lalu ECU mengirim perintah ke injektor dan sistem pengapian untuk mengatur waktu dan volume penyemprotan bahan bakar, sehingga terjadi proses pembakaran yang sempurna dalam silinder, memberikan effek tingkat effisiensi optimal, pemakaian BBM lebih hemat dan tentu saja emisi lebih bersih.
Sistem manajemen mesin dapat bekerja dengan tepat dan akurat, karena kemampuan prosessor ECU untuk menganalisa dan mengolah data dapat dihandalkan. ECU juga menjaga agar kendaraan tetap bisa berjalan dalam waktu yang lebih lama meskipun terjadi kerusakan dari beberapa sensor, karena ECU telah diprogramkan bisa menjalankan mesin dengan “back up software”/ “file save”.
ECU bekerja cukup effektif sampai hari ini, dan jika ada kerusakan pada sistem manajemen mesin, lampu check engine (MIL/Malfunction Indicator Lamp) akan menyala
Itulah standard OBD2, jika MIL menyala, berarti ECU mendeteksi dan membandingkan data beberapa sensor yang tidak sesuai dengan program yang sudah ada, namun prosessor ECU tidak bisa melakukan apa-apa selain dari menyalakan MIL, lalu berusaha memberlakukan keadaan emergensi sehingga mesin masih bisa berjalan melalui “back up software”, akibtnya mesin sedikit kehilangan daya dan konsumsi bahan bakar meningkat dan emisinya menjadi jelek.
ECU juga menyimpan kode kesalahan yang disebut dengan DTC (diagnostic trouble codes) bertujuan agar teknisi memiliki petunjuk dimana harus mulai mencari kesalahan dan untuk mempersingkat waktu menemukan sistem/sensor yang rusak itu digunakanlah SCANTOOL.
Pemilik bengkel after market harus berhati-hati untuk memilih generic scantool yang cocok, meskipun saat ini sudah banyak kendaraan menggunakan software ECU-OBD2, namun masih ada mobil yang belum mengacu pada standard tersebut, dengan demikian jika Anda membeli scantool yang hanya cocok untuk kenektor DLC-OBD2, maka sudah pasti TIDAK akan dapat mengakses ECU mobil yang belum memiliki standard OBD2.
Agar dapat memilih dengan teliti, ada baiknya memahami fitur dan benefitnya sebuah scantool sebelum kita merogoh kocek untuk mendapatkan benda idaman tersebut. (bersambung klik here )

scan tool




Foto Junisra Syam.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money