Rabu, 27 Mei 2015

GDI (Gasoline Direct Injection)


GDI (Gasoline Direct Injection)
Sampai hari ini kita masih berkutik dengan mesin EFI yang mulai diproduksi masal sekitar awal tahun 1980-an. Tapi, jangan heran jika mesin ini sebenarnya sudah KONVENSIONAL, karena kendaraan dengan Gasoline Direct Injection (GDI) sudah dijumpai di jalanan, meskipun belum banyak.
Jauh sebelum GDI diaplikasikan, para konstruktor mesin selalu berfikir untuk menerapkan manajemen mesin bensin, tetapi mesin tersebut lebih hemat bahan bakar, dayanya lebih tinggi atau segalanya lebih baik dibandingkan dengan mesin injeksi konvensional saat ini.
Lebih dari 10 tahun dapur pacu GDI dipasangkan dengan tujuan bahwa mesin ini dapat meningkatkan effisiensi penggunaan bahan bakar yang semakin langka dan mahal dari waktu ke waktu, serta output/daya yang dihasilkan lebih tinggi.
Effisiensi pemakaian bensin dapat ditingkatkan karena volume dan timing penyemprotan dilakukan dengan sangat akurat sesuai kondisi opersional mesin, selain itu tidak ada kerugian “throttling”; yaitu hambatan pada katup throttle yang menyebabkan effisiensi volumetrik mesin jadi berkurang.
Manajemen mesin DGI dapat mengatur AFR mulai dari sangat kurus sampai lambda 1 (perbandingan campuran udara-bensin 14.7:1). AFR sangat kurus bisa berada pada angka 65:1, secara teoritis AFR segitu tidak mungkin terbakar bila mesin menggunakan teknologi injeksi/EFI seperti saat ini.
AFR Sangat Kurus:
Saat mesin putaran idle sampai beban ringan, akselerasi yang tidak terlalu kuat, atau mesin tidak memerlukan daya besar. Penyemprotan bensin terjadi waktu akhir langkah kompressi, dan disemprotkan langsung dekat busi, sehingga menjadi mudah terbakar, meskipun AFR sangat kurus. Konsumsi BBm sangat hemat, emisi HC-CO lebih bersih.
AFR Ideal:
Karena bensin diinjeksikan selama langkah isap langsung ke dalam silinder mesin, tentu saja campuran udara bensin menjadi lebih homogen, lalu timing pengapian diatur dengan tepat, akan menghasilkan emisi lebih bagus.
Beban Penuh:
Pada waktu beban penuh (mobil menanjak misalnya), AFR dibuat sedikit lebih gemuk, proses penyemprotan sama seperti AFR ideal; bensin disemprotkan saat langkah isap langsung ke dalam silinder mesin, hal ini dimaksudkan agar terjadi campuran udara bensin yang lebih homogen serta mencegah detonasi. (bersambung..)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money