Selasa, 18 Maret 2014

Sensor mesin efi dan fungsinya

Sensor pada mesin injeksi mempunyai fungsi yg sangat vital dlm sistim control mesin yg mana funsinya memberikan input dan masukan  ke ECU untuk selanjutnya di eksekusi oleh aktuator.
Kali ini saya pro speed pemilik "bengkel zhumpallabbu" akan mengulas nama beberapa sensor yg terpasang pada mesin injeksi.

- MAP sensor


Manifold pressure sensor (vacuum sensor) bekerja berdasarkan tekanan dalam intake manifold.
Tekanan yang sebenarnya tersebut sebanding dengan udara yang dialirkan ke dalam intake manifold
dalam satu siklus. Volume udara yang masuk dapat ditentukan dengan mengukur tekanan intake
manifold. Selanjutnya tekanan intake manifold disensor oleh silicon chip. Fungsi silicon chip adalah
merubah tekanan ke dalam bentuk nilai tahanan, kemudian dideteksi secara electrical oleh IC yang ada
di dalam sensor.
- TPS sensor

Sensor posisi throttle dipasang jadi satu dengan throttle body. Sensor ini merubah sudut membukanya
throttle menjadi tegangan dan mengirimkan ke ECU. Signal yang dikeluarkan oleh throttle position
sensor ada dua, yaitu signal IDL dan signal PSW. Signal IDL digunakan untuk menghentikan aliran bahan
bakar dan signal PSW untuk menambah injeksi bahan bakar. Throttle Sensor Memberi masukan ke ECU
posisi dan besarnya bukaan aliran udara, bukaan besar membutuhkan buka INJECTOR yang lebih lama.
efek bila tps rusak klik disini
- WTS sensor
Pada sensor temperatur air terdapat thermister yang berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin.
Apabila temperatur mesin masih rendah penguapan bensin juga rendah sehingga diperlukan campuran
yang gemuk. Tahanan rendah sehingga signal tegangan yang dihasilkan THW akan tinggi.
- IAT sensor
Sensor temperatur udara masuk mendeteksi suhu udara yang masuk. Sensor tersebut dilengkapi dengan
thermister dan diletakkan di dalam air flow meter.
- sensor CMP
Dalam nenentukan saat pengapian dan putaran mesin, ECU memerlukan masukan dari signal pengapian
mesin. Signal tersebut untuk mengkalkulasi penentuan awal volume bahan bakar yang diinjeksikan dan
penghentian bahan bakar. Apabila tegangan pada terminal negatif ignition coil mencapai atau melebihi
150 volt, ECU akan mendeteksi signal tersebut.
- Signal starter
Signal starter digunakan apabila poros engkol mesin diputar oleh motor starter. Selama poros engkol
berputar, aliran udara lambat dan suhu udara rendah sehingga penguapan bahan bakar tidak baik
(campuran kurus). Untuk meningkatkan kemampuan start mesin diperlukan campuran yang kaya. Signal
starter berfungsi untuk menambah volume injeksi selama mesin distarter. Tegangan signal starter sama
dengan tegangan yang digunakan pada motor starter.
- Relay utama EFI
Relay utama digunakan sebagai sumber tegangan untuk ECU dan circuit opening relay. Relay tersebut
berfungsi untuk mencegah penurunan tegangan dalam sirkuit ECU. Apabila kunci kontak ON, arus akan
mengalir ke relay, titik kontak akan berhubungan dan arus akan mengalir dari baterai melalui kedua
fusible link ke ECU dan circuit opening relay selanjutnya ke pompa bahan bakar.
- Sensor oxygen
Sensor oxygen mensensor apakah campuran udara dan bahan bakar gemuk atau kurus terhadap
campuran udara dan bahan bakar teoritis. Sensor tersebut ditempatkan di dalam exhaust manifold
yang terdiri atas elemen yang terbuat dari zirconium dioxide (ZrO2, semacam material keramik).
Elemen tersebut dilapisi dengan lapisan tipis platina pada bagian dalam dan luarnya. Udara sekitar
yang dimasukkan ke bagian dalam sensor dan luar sensor terkena gas buang.
Bila kadar oksigen pada gas buang rendah, ECU akan menyimpulkan bahwa campuran terlalu gemuk
(campuran kaya).


original post by pro speed 

profesi               : owner dan mekanik engine di bengkel zhumpallabbu, automobile tech
alamat bengkel : segery. jln poros makassar- pare , kel bone kab: pangkep
sulawesi selatan
contact person : 085242878242

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money